Logo Inspirasi.mu

Inspirasi.mu

Masuk
Kembali ke Berita

Didik Suhardi: 70 Persen Kerja Kepala Madrasah Ada di Luar Madrasah, Kunci Membangun Jejaring dan Kepercayaan Publik

Oleh: admin·18 Oktober 2026
Didik Suhardi: 70 Persen Kerja Kepala Madrasah Ada di Luar Madrasah, Kunci Membangun Jejaring dan Kepercayaan Publik

ARANGANYAR – Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., secara resmi menutup kegiatan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Region Jawa Tengah 2 pada 18 Oktober 2026 di Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Didik Suhardi menegaskan bahwa kepemimpinan kepala madrasah tidak cukup hanya berfokus pada aktivitas internal lembaga. Kepala madrasah perlu membangun hubungan yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas dukungan dan memperkuat daya saing madrasah.

“Kerja kepala madrasah itu 30 persen di madrasah dan 70 persen di luar madrasah,” tegas Didik Suhardi.

Menurutnya, aktivitas di luar madrasah menjadi bagian penting dari kepemimpinan strategis. Kepala madrasah harus mampu membangun jejaring dengan masyarakat, Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, dunia industri, serta dunia usaha. Hubungan tersebut diperlukan untuk membuka peluang kolaborasi, memperluas dukungan terhadap program pendidikan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi murid.

Ia juga menekankan pentingnya keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Keberhasilan SPMB bukan semata-mata ditentukan oleh kegiatan promosi, melainkan juga oleh kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan, kualitas layanan, karakter lulusan, serta reputasi madrasah di lingkungan sekitarnya.

Pesan tersebut memberikan perspektif bahwa kepala madrasah perlu hadir sebagai pemimpin yang terbuka, komunikatif, dan mampu membangun kemitraan. Madrasah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan ekosistem pendidikan yang melibatkan keluarga, masyarakat, organisasi, pemerintah, dan dunia kerja.

Melalui jejaring yang kuat, madrasah memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh dukungan program, memperkaya pengalaman belajar murid, menghadirkan inovasi pembelajaran, serta memperkuat kontribusinya bagi masyarakat.

Kepala Madrasah sebagai Penggerak Perubahan

Diksuskamad menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala madrasah Muhammadiyah. Kepala madrasah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif dan memastikan kegiatan belajar berlangsung dengan baik, tetapi juga mampu membaca peluang, membangun kolaborasi, dan merumuskan langkah strategis bagi kemajuan lembaga.

Pesan Didik Suhardi sekaligus mengingatkan bahwa kualitas kepemimpinan tidak hanya terlihat dari apa yang dikerjakan di dalam madrasah, tetapi juga dari kemampuan pemimpinnya membangun hubungan produktif dengan lingkungan sekitar.

Kepala madrasah yang aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat dan berbagai mitra berpeluang menghadirkan dukungan yang lebih luas bagi kemajuan pendidikan. Kepercayaan publik pun dapat tumbuh ketika madrasah mampu menunjukkan kualitas layanan, prestasi, pembentukan karakter, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Penutupan Diksuskamad Region Jawa Tengah 2 menjadi momentum untuk membawa semangat pembelajaran kepemimpinan ke dalam praktik nyata. Para kepala madrasah diharapkan mampu menerjemahkan pesan tersebut melalui program kerja yang terarah, kemitraan yang berkelanjutan, serta pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Kepemimpinan madrasah bukan hanya tentang mengelola lembaga, melainkan juga tentang membangun kepercayaan, merawat kolaborasi, dan membuka jalan bagi masa depan pendidikan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita Lainnya