Logo Inspirasi.mu

Inspirasi.mu

Masuk
Kembali ke Berita

Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Pimpin Jalannya Seminar Parenting

Oleh: admin·26 September 2026
Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Pimpin Jalannya Seminar Parenting

SURABAYA — Seminar parenting The Family The Leader SD Muhammadiyah 16 Surabaya menjadi ruang belajar bukan hanya bagi ayah dan bunda wali murid, tetapi juga bagi para siswa.

Di balik berlangsungnya seminar di Auditorium Ternate Aseec Tower Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu (26/9/2026), sejumlah siswa Sekolah Kreatif Baratajaya justru berada di garis depan. Mereka menyambut peserta, mengarahkan tamu, memandu acara, hingga tampil di atas panggung.

Siswa yang tergabung dalam Student Lighthouse Team (SLhT) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) telah bersiap sejak wali murid mulai berdatangan. Mereka menempati sejumlah titik pelayanan untuk membantu proses daftar hadir, mengarahkan peserta menuju auditorium, serta menunjukkan tempat duduk.

Bagi para siswa, tugas tersebut bukan sekadar membantu panitia. Setiap peran menjadi kesempatan untuk belajar berkomunikasi dengan orang dewasa, bekerja dalam tim, mengambil keputusan, menjalankan tanggung jawab, dan memastikan kebutuhan peserta terpenuhi.

Suasana semakin cair melalui welcome games. Para siswa mengajak ayah dan bunda mengikuti aktivitas ringan sebelum seminar dimulai.

Dari Menyambut Tamu hingga Memimpin Acara

Peran siswa semakin terlihat dalam rangkaian kegiatan. Naura dan Haven bertugas sebagai pembawa acara praacara, sedangkan Fancy Anggraini dan Iswara Pranidana memandu acara utama.

Sementara itu, Zahin dan Ghaziya Hafizha Faiha Lubna mendapat tugas membacakan ayat suci Al-Qur'an. Sakhiya Violina bertugas sebagai dirigen.

Tidak hanya bertugas di belakang layar, para siswa juga tampil dalam senam Anak Indonesia Hebat dan menyanyikan lagu Seven Habits Leader in Me.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., mengatakan kepemimpinan perlu dibangun melalui pembiasaan dan keteladanan. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menghadirkan figur teladan bagi anak.

“Nilai-nilai kepemimpinan dapat dijalankan oleh para ayah dan bunda. Keberadaan orang tua menjadi role model kepemimpinan di rumah,” ujarnya.

Menurut Ely, keterlibatan siswa dalam seminar merupakan bagian dari praktik kepemimpinan yang selama ini dibangun di Sekolah Kreatif Baratajaya.

“Pendidikan anak tidak bisa berjalan sendiri. Sekolah dan keluarga harus saling menguatkan,” katanya.

Belajar Memimpin melalui Tugas Nyata

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Ridwan, M.Pd., mengatakan pembentukan karakter anak membutuhkan sinergi antara keluarga dan sekolah.

“Pondasi penanaman akhlak dan karakter adalah tanggung jawab keluarga. Pondasi ilmu pengetahuan menjadi tanggung jawab guru dan sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengajak orang tua melanjutkan pembiasaan Seven Habits di rumah sehingga nilai-nilai yang diperoleh anak di sekolah dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Seven Habits mohon untuk didukung. Tentu di rumah kebiasaan tersebut harus berjalan,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Komite SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Anda Marzudinta, menilai keterlibatan orang tua dan sekolah merupakan bentuk nyata sinergi dalam pendidikan anak.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak secara bersama-sama,” tuturnya.

Seven Habits dalam Kehidupan Sehari-hari

Keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman. Namia Aleesya Oxavia misalnya, menceritakan bagaimana ia menerapkan Seven Habits dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya di rumah menerapkan Seven Habits, yaitu dahulukan yang utama. Selain di rumah, pembelajaran di sekolah dan lingkungan bermain juga kami terapkan,” ujarnya.

Menurut Namia, pembelajaran Leader in Me memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk masa depan.

“Pembelajaran Leader in Me itu sangat bagus. Dapat saya jadikan bekal untuk masa depan kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Surabaya, Dikky Syadqumullah, M.Hes., menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Seminar parenting ini adalah momen yang sangat tepat untuk belajar bersama bagaimana mensinergikan antara sekolah dan orang tua. Tumbuh kembang anak kita menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Kepemimpinan yang Dipraktikkan

Setelah seremonial pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Parent Lighthouse Team (PLhT). Seminar kemudian menghadirkan Nina Yuliana, Education Practice Coordinator Dunamis Organization Services, sebagai pemateri utama dan dipandu Ira Nurmasari, S.Pd.

Bagi siswa SLhT dan IPM, seminar tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hadir sebagai peserta yang hanya duduk dan menyimak, tetapi mengambil peran langsung dalam memastikan kegiatan berjalan dengan baik.

Mereka menyambut tamu, melayani peserta, mengarahkan, memandu acara, tampil di panggung, dan bekerja sama dalam satu tim.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kepemimpinan tidak selalu berlangsung melalui teori di dalam kelas. Kepemimpinan dapat tumbuh ketika anak diberi kepercayaan, tanggung jawab, dan ruang untuk mengambil peran.

Di Sekolah Kreatif Baratajaya, kepemimpinan tidak sekadar diajarkan.

Kepemimpinan dipraktikkan melalui tugas nyata, dibiasakan melalui tanggung jawab, dan tumbuh melalui pengalaman.

Ahmad Mahmudi

Rekomendasi Berita Lainnya