Opinimu
Ruang opini dan gagasan seputar pendidikan dan Muhammadiyah

Mengapa Pendidikan Karakter Sama Pentingnya dengan Nilai Akademik
Nilai rapor yang tinggi memang penting, tapi bukan segalanya. Sekolah kami mengajarkan bahwa kejujuran saat ujian dan ke…

Belajar dari Semangat Perjuangan KH Ahmad Dahlan di Era Digital
Ahmad Dahlan mendirikan sekolah dari serambi rumahnya sendiri, dengan keterbatasan yang jauh lebih besar dari yang kita …

Menumbuhkan Budaya Membaca di Tengah Gempuran Media Sosial
Sudut baca di kelas kami dulu sering sepi karena semua sibuk bermain gawai. Setelah guru mulai membuat tantangan membaca…

Sekolah sebagai Rumah Kedua: Refleksi Seorang Alumni
Bertahun-tahun setelah lulus, saya baru sadar betapa banyak hal yang saya pelajari di sekolah bukan dari buku pelajaran,…

Pentingnya Islam Wasathiyah bagi Generasi Muda Hari Ini
Di tengah derasnya informasi yang kadang memecah belah, sikap moderat atau wasathiyah yang diajarkan sejak di bangku sek…

Guru Bukan Sekadar Pengajar, tapi Penuntun Karakter
Sebagai guru, saya sering merasa peran saya lebih dari sekadar menyampaikan materi pelajaran. Ada momen ketika seorang s…

Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Kunci Pendidikan Berkualitas
Pertemuan wali murid yang rutin diadakan sekolah bukan sekadar formalitas. Dari sanalah saya belajar bahwa mendidik anak…

Belajar Toleransi Sejak di Bangku Sekolah Muhammadiyah
Meski berbasis nilai keislaman, sekolah kami selalu mengajarkan untuk menghormati perbedaan pendapat dan latar belakang …

Literasi Digital: Tantangan Baru Generasi Muhammadiyah
Kemudahan mengakses informasi ternyata membawa tantangan baru: memilah mana yang benar dan mana yang hoaks. Sekolah perl…

Menghidupkan Semangat Gotong Royong lewat Kegiatan Sekolah
Setiap kali sekolah mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan, saya selalu kagum melihat siswa yang biasanya indivi…

Ekstrakurikuler Bukan Sekadar Pelengkap, tapi Ruang Tumbuh
Banyak yang menganggap ekstrakurikuler hanya kegiatan sampingan. Padahal dari klub jurnalistik sekolah, saya belajar men…

Refleksi Milad Muhammadiyah: Apa yang Bisa Kita Teruskan?
Setiap milad selalu diisi dengan lomba dan pentas seni yang meriah, tapi saya rasa yang lebih penting adalah bertanya pa…

Menjaga Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan Fasilitas
Sekolah kami belum memiliki laboratorium selengkap sekolah di kota besar, tapi guru-guru selalu mencari cara kreatif aga…

Peran Perempuan dalam Gerakan Pendidikan Muhammadiyah
Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah lewat organisasi otonom seperti Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah memberi ruang besar …

Belajar Ikhlas dari Guru-Guru Honorer di Sekolah Kami
Beberapa guru di sekolah saya berstatus honorer dengan penghasilan yang jauh dari cukup, tapi semangat mengajar mereka t…

Menjadi Pelajar Berkemajuan di Tengah Arus Informasi
Menjadi pelajar berkemajuan bukan berarti mengikuti semua tren tanpa saring, melainkan berani berpikir kritis sambil tet…

Pentingnya Ruang Diskusi bagi Siswa untuk Berpendapat
Anak saya jadi lebih berani mengemukakan pendapat sejak sekolahnya rutin mengadakan forum diskusi kelas. Saya rasa ruang…

Belajar dari Kesederhanaan Hidup KH Ahmad Dahlan
Di tengah gaya hidup yang serba konsumtif, kisah kesederhanaan KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan dan membesarkan Muhammad…

Kenapa Kegiatan Sosial Perlu Jadi Bagian dari Kurikulum
Kegiatan bakti sosial yang saya ikuti di sekolah mengajarkan lebih banyak tentang empati dibanding pelajaran apapun di k…
