Didik Suhardi: IMSO Harus Jadi Pengungkit Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah

DEPOK – Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF), Didik Suhardi, menyebut bahwa pihaknya bergabung dengan International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 23 agar dapat menjadi pengungkit kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
Sebagaimana diketahui, IMSO 23 diselenggarakan oleh KPM (Klinik Pendidikan MIPA) dan bekerja sama dengan Kemendikdasmen RI dan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah.
Didik menyebut bahwa IMSO 23 harus menjadi momen kebangkitan pendidikan Muhammadiyah.
“Kita harus siapkan dengan matang, dengan serius. Harus ada komitmen dari berbagai pihak, mulai dari sekolah, ranting, cabang, hingga pusat,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah-sekolah lain sudah menunjukkan kemajuan yang pesat. Maka Muhammadiyah tidak boleh tertinggal. Terlebih lagi, IMSO 23 adalah kegiatan internasional yang cukup bergengsi.
Ia berpesan kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah agar menyiapkan IMSO tahun depan dengan lebih baik.
“Termasuk untuk tahun depan, kami menghimbau kepada sekolah-sekolah, mari kita motivasi anak-anak kita, kita sadarkan orang tuanya. Perlu latihan berbulan-bulan untuk bisa masuk IMSO,” imbuh Didik.
Pihaknya berkomitmen untuk mengawal ini dengan serius agar murid-murid Muhammadiyah lebih banyak lagi yang bergabung dengan IMSO tahun depan serta bisa meraih banyak prestasi.
Pada IMSO 23 ini, ada sembilan murid Muhammadiyah yang menjadi peserta IMSO 23. Tiket untuk menjadi peserta IMSO 23 hanya dapat dicapai dengan dua hal. Pertama, dengan mengikuti seleksi yang ketat dari level bawah hingga nasional. Kedua, dengan meraih medali emas OSN tingkat nasional.
Ketatnya persaingan untuk menjadi peserta IMSO adalah bukti bahwa sembilan peserta dari Muhammadiyah tersebut adalah murid-murid terbaik yang membawa nama besar pendidikan Muhammadiyah




